Mahkamah Agung Siap Mendukung Pelayanan Pencatatan Sipil

Jakarta, PembaruanPeradilan.net –Mahkamah Agung siap mendukung pelayanan publik terkait dengan penetapan akta kelahiran dan pencatatan sipil. Hal ini semakin menunjukkan komitmen MA dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap keadilan dan pelayanan publik.

Komitmen tegas ini disampaikan oleh Ketua Muda Perdata Mahkamah Agung RI, H. Atja Sondjaja, SH ketika menjadi narasumber dalam Rapat Kerja Nasional e-KTP dan Pencatatan Sipil Tahun 2012 yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri di Jakarta pada Rabu (22/2/20120).

Menurutnya, MA telah melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Dalam Negeri terkait pelayanan sidang keliling dan zitting plaats dalam menggelar sidang penetapan akta kelahiran bagi masyarakat yang belum memilikinya. Sidang keliling ataupun zitting plaats diharapkan menjadi forum kerja sama antar instansi, yaitu pengadilan, pemerintah daerah serta dinas kependudukan dan catatan sipil.

“Memang akan ada resiko biayanya, oleh karena itu kami sudah meminta Bappenas dan Kementerian Keuangan untuk memikirkan hal ini,” jelasnya disambut aplaus meriah peserta Rakernas.

Dalam kesempatan ini, Atja juga mengingatkan kepada para pejabat  dinas kependudukan dan catatan sipil yang menjadi peserta rapat agar tidak lalai dan menghindarkan diri dari penyalahgunaan wewenang.

“Jangan sampai ada pemalsuan data, ini akan menjadi tanggung jawab pribadi dan ada ancaman pidana. Begitu ketentuan undang-undang,” tegas hakim agung tersebut.

Pasal 94 Undang-Undang No.23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan menyatakan bahwa setiap orang yang melakukan pemalsuan surat dan/atau dokumen, diancam sanksi pidana maksimal 6 tahun penjara. Sedangkan bagi pejabat yang melakukannya, ada pemberatan hukuman ditambah sepertiga.

Sidang Isbat Nikah

Dalam kesempatan tersebut, Atja Sondjaja juga berbagi pengalaman mengenai komitmen pengadilan dalam melakukan pelayanan publik. Terkait dengan pencatatan perkawinan, Pengadilan Agama Jakarta Pusat telah menggelar  Sidang Pengesahan Perkawinan (Itsbat Nikah) di Kantor Perwakilan Republik Indonesia di, Sabah, Malaysia pada 25 Mei 2011.

Sidang Isbat Nikah ini bertujuan untuk memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi warga negara Indonesia khususnya tenaga kerja Indonesia yang berada di luar negeri. Banyaknya fenomena perkawinan sirri yang marak terjadi di kalangan Warga Negara Indonesia (WNI) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berada di luar negeri menimbulkan persoalan-persoalan keimigrasian.

Secara hukum, pelaku perkawinan sirri tidak mendapatkan akta nikah yang menjadi sangat penting dalam kelengkapan dokumen keimigrasian. Oleh karena itu sidang isbat nikah menjadi solusi terbaik bagi WNI atau TKI untuk memperoleh akta nikah setelah perkawinan sirri mereka disahkan melalui sidang ini.(*)

http://www.pembaruanperadilan.net

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: