Hanya 40 Persen Anak Punya Akta Kelahiran

Metrotvnews.com, Surabaya: Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jawa Timur, Mashudi, menyatakan saat ini hanya 40 persen anak Indonesia yang memiliki akta kelahiran. Padahal akta kelahiran merupakan hak anak untuk proteksi tumbuh kembang dan ancaman kejahatan.

“Akta kelahiran merupakan hak yang pertama bagi anak guna mendapat pengakuan dari negara atas keberadaannya,” katanya setelah menyampaikan arahan dalam sosialisasi HAM tentang “Pentingnya Akta Kelahiran Bagi Anak” di Surabaya, Jatim, Selasa (10/4).

Fakta bahwa masih 60 persen anak Indonesia yang belum memiliki akta kelahiran hendaknya menjadi perhatian pemerintah untuk mendorong masyarakat agar mau memenuhi hak anak yang paling pertama itu. Oleh karena itu, pemerintah harus memiliki strategi yang tepat agar setiap anak Indonesia mendapatkan akta kelahiran tanpa terkecuali. Misalnya akta kelahiran gratis tanpa dipungut biaya dan instansi melakukan “jemput bola” untuk aktif memenuhi hak anak atas akta kelahiran itu.

“Dari aspek regulasi, pemenuhan akta kelahiran bagi anak sebenarnya telah diamanatkan dalam Undang-undang Perlindungan Anak pada pasal 5 bahwa setiap anak berhak atas suatu nama sebagai identitas diri dan status kewarganegaraan,” katanya.

Selain itu, pasal 27 menyebutkan bahwa identitas harus diberikan sejak kelahirannya dan pasal 28 (3) menyebutkan bahwa pembuatan akta kelahiran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak dikenai biaya.

“Aturan itu mengisyaratkan bahwa pemenuhan akta kelahiran bagi anak merupakan kewajiban negara dan negara dalam hal ini bersifat aktif (stelsel aktif),” ujarnya.

Anak yang tidak memiliki akta kelahiran tidak tercatat dalam kependudukan, maka tidak akan mempunyai posisi di depan hukum. Karena itu instansi terkait perlu melakukan “jemput bola” di masyarakat.

Orang tua juga harus segera mencatatkan anaknya sejak dilahirkan. “Akta kelahiran penting untuk menghindari kejahatan yang bisa terjadi pada anak-anak, seperti perdagangan manusia atau eksploitasi lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan akta kelahiran itu penting, karena anak merupakan aset atau penerus cita-cita bangsa di masa mendatang. “Tanpa pengakuan status kewarganegaraan itu, maka masa depan mereka akan terganggu dan bahkan terancam,” katanya.(Ant/BEY)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: