Mendagri : Proyek E-KTP Sesuai Target

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi mengemukakan proyek pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik atau yang biasa disebut Electronic KTP (E-KTP) sesuai target. Dari 67 juta target yang harus dicapai hingga April 2012, telah tercapai sebanyak jumlah tersebut.

“Target hingga April 2012 tercapai dan program reguler tetap jalan,” kata Gamawan di Jakarta, Senin (30/4). Ia menjelaskan sampai Sabtu (28/4) lalu, total E-KTP yang telah terrekam mencapai 66 juta. Dalam dua hari yaitu Minggu (29/4) dan Senin (30/4), angkanya pasti tambah. Ia yakin sudah mencapai 67 juta.

“Saya belum mendapat laporan terakhir. Tetapi kami kan terus bekerja. Maka dalam dua hari terakhir sudah pasti mencapai 67 juta,” ujarnya.

Sebelumnya, pada awal pembuatan E-KTP 2011 lalu, Gamawan menetapkan target pembuatan tahun 2011mencapai 67 juta. Namun target itu gagal tercapai hingga akhirnya diundur hingga April 2012.

Gamawan  beralasan  target  itu  tidak  tercapai  karena  proyek E-KTP baru benar-benar  efektif  sejak  Oktober 2011 lalu. Sebelum itu, pemerintah sibuk untuk  mengurus  lelang  dan  proses  pengadaan  alat untuk proyek tersebut. Dia  berpendapat  adalah  sebuah  prestasi  bahwa pemerintah berhasil merekam E-KTP sebanyak 67 juta dalam enam bulan.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Reydonnyzar Moenek mengemukakan data 67 juta itu tersebar di 197 kabupaten/kota di seluruh Tanah Air. Sejumlah tempat telah mencapai target 100 persen pembuatannya.

Contohnya untuk provinsi Sumatera Selatan, dari 15 kabupaten/kota di tempat tersebut, semua telah selesai direkam. Provinsi Bangka-Belitung juga mencapai 100 persen. Dari 7 kabupaten/kota yang ada di provinsi tersebut, semua telah mencapai 100 persen.

Hal yang sama terjadi di Sulawesi Selatan. Sebanyak 16 kabupaten/kota di tempat tersebut mengikuti program E-KTP. Semua berhasil mencapai target. Sisanya 8 kabupaten/kota yang belum mengikuti program E-KTP masuk dalam program 2012 ini. Provinsi lain yang mencapai 100 persen juga terjadi di Sumatera Barat (19 kabupaten/kota) dan Yogyakarta (6 kabupaten/kota).

Ia menjelaskan di provinsi-provinsi tersebut, tidak hanya berhasil merrekam data, tetapi juga pada pencetakan fisik E-KTP. Menurutnya, di provinsi Bangka Belitung,   sudah  560.255  E-KTP   yang   langsung  diserahakan  Mendagri,  awal bulan April ini.

“Proses sekarang tidak hanya sampai perekaman tetapi sudah ada fisik E-KTP. Pencetakan seperti itu akan terus dilakukan kepada daerah yang sudah berhasil merrekam,” ujarnya.

Dia menjelaskan setelah target 67 juta tercapai maka mulai Mei 2012 ini, pemerintah mengejar target 2012 sebanyak 105 juta. Angka itu tersebar di 300 kabupaten/kota di seluruh Tanah Air.

Pada awal proyek E-KTP yang menghabiskan biaya Rp 6,3 triliun ini, Gamawan telah menyatakan jika sampai akhir 2012 tidak mencapai target maka ia akan mundur.

Pernyataan itu berulang kali disampaikan Gamawan dalam beberapa kesempatan. Dony yakin pada akhir 2012, angka tersebut bisa tercapai. Karena itu, Gamawan tidak perlu mundur.

“Kami optimis akan tercapai. Sampai saat ini, kami tidak melihat ada halangan. Semua berjalan sesuai rencana dan target,” ujarnya.

Ditanya apa kendala yang dialami saat ini, ia menjelaskan tidak ada kendala berarti. Masalah keterbatasan peralatan sudah bisa ditanggulanggi. Peralatan di daerah yang sudah selesai, sudah siap dipindahkan ke tempat yang belum menjalankan proyek tersebut.Dari segi anggaran, dia juga menjelaskan tidak ada masalah.

Mengenai data E-KTP sebagai basis data untuk pemilu 2014, ia menjelaskan E-KTP memang salah satunya dibuat untuk menyukseskan pemilu 2014 mendatang. Dengan target akhir Desember 2012 sudah selesai maka pada Januari 2013 sudah bisa diserahkan ke KPU untuk basis data. Paling jauh adalah bulan April 2013 sudah diterima KPU.

Setelah itu, KPU tinggal memakainya untuk basis Daftar Pemilih Tetap (DPT). Namun demikian, ia mengingatkan E-KTP bukan satu-satunya sebagai basis DPT. E-KTP adalah pendukung DPT. Masalahnya bisa saja ada warga yang terlewat tidak membuat E-KTP. Karena itu tetap dipakai data pendukung lainnya seperti pasport, NPWP, dan sebagainya.

Dikutip/diedit dari suarapembaruan.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: